Cari Tips Kesehatan online

Bahaya Lain Radang Tenggorokan

Thursday, December 17, 2009

Solusi Kesehatan Bersama - Online : Radang tenggorokan penyakit umum yang kerap menimpa anak dan orang dewasa. Tampaknya biasa saja. Padahal, bila dibiarkan bahayanya juga ada, sebab bisa menjalar ke paru-paru. Nah, bagaimana mengenali radang tenggorokan yang biasa dan berbahaya?

Pernyakit radang tenggorokan, kedengarannya sepele karena rada-rada mirip penyakit flu biasa, seperti demam, sakit kepala dan gangguan susah menelan. Padahal, kalau terkena radang, aktivitas kerja pun jadi terganggu. Kesehatan juga menurun karena selera makan turun akibat rasa sakit saat menelan.

Biasanya, orang akan mengusir gejala tersebut dengan minum obat flu, permen pelega tenggorokan atau obat antibiotik. Sehari dua hari minum obat, gejalanya bisa hilang. Tapi bagaimana jika tak sembuh-sembuh juga? Kalau sudah begini, tentu tak ada yang lain kecuali menyarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter agar radang tidak semakin menjadi-jadi.

Penyakit apapun jika dibiarkan, pada akhirnya akan menjadi berbahaya. Tak berbeda dengan radang tenggorokan, radang atau infeksi itu bisa menyebar ke hidung, telinga bahkan ke paru-paru dan jantung.

Karena Alergi dan Debu

Radang tenggorokan atau faringitis disebabkan terjadinya infeksi pada tenggorokan. Infeksi ini bisa terjadi karena berbagai faktor. Mulai dari infeksi karena kuman (bakteri streptokokus), virus, dan infeksi yang menjadi tumpangan seperti alergi. Misalnya ada makanan tertentu seperti es, makan goreng-gorengan yang minyaknya menggunakan minyak jelantah (bekas) dan ataupun yang telah didiamkan sehari lalu dipakai lagi dan tidak disaring kembali.

Selain itu debu pun bisa menjadi penyebab munculnya radang. Debu dalam rumah biasanya bila masuk ke mulut akan tertahan di tenggorokan, terlebih debu jahat yang berasal dari bawah kolong tempat tidur, di atas lemari, gorden dan debu mengendap lain yang jarang dibersihkan.

"Beberapa makanan tertentu yang memicu alergi seperti ikan laut, kacang-kacangan, cokelat yang disukai anak-anak juga bisa menjadi faktor timbulnya radang. Risiko yang sama bisa terjadi pada orang dewasa," ujar spesialis THT, Dr. Himawan W.H.

Ancaman lain yang bisa membuat tenggorokan mudah terinfeksi adalah flu, atau penyakit yang pernah terjadi di Jakarta, seperti demam berdarah dan flu burung. "Penyakit itu juga memberi tanda-tanda kurang baik pada tenggorokan, "tambah Himawan. Menurut Himawan, dalam tubuh kita memang ada sejenis kuman yang disebut komensal. Pada kondisi tubuh yang baik dan sehat, kuman ini hidup normal sebagai teman. Tapi begitu daya tahan tubuh anjlok, kuman malah berbalik jadi penyakit. Namun penyebab paling banyak radang tenggorokan adalah karena alergi, infeksi kuman dan virus.

Disertai Demam

Menurut dokter yang bertugas di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading ini, penyakit radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus (faringitis virus) biasanya disertai demam, rasa nyeri di kepala dan tidak bergairah beraktivitas. Suara juga biasanya serak, batuk dan radang pada hidung (Rhinitis). Penyakit ini dapat berlangsung selama 1-2 hari atau dalam hal-hal tertentu dapat menetap sampai seminggu lamanya. Karena penyebabnya adalah virus maka tidak diperlukan antibiotika, cukup diberikan obat-obat yang dapat menghilangkan gejala-gejala itu.

Penyakit radang tenggorokan ini juga disebabkan bakteri streptokokus. Biasanya penyakit ini juga ditandai dengan demam yang tinggi, sakit kepala, rasa nyeri di perut dan muntah. Tenggorokan terasa nyeri, amandel menjadi berwarna merah dan membengkak. Pada anak yang sudah lebih besar, akan terlihat adanya lapisan seperti krim di atas amandel yang tidak mengeluarkan darah bila disentuh. Kelenjar getah bening di leher sering membengkak dan terasa nyeri bila ditekan. Berbeda dengan faringitis virus, penderita faringitis streptokokus tidak mengalami rhinitis, suara serak atau batuk. Dan biasanya, radang karena bakteri ini cenderung akut.

Menurut Himawan radang tenggorokan ini bisa dibedakan berdasarkan gejala dan pelangsungannya, yakni radang tenggorokan akut, sub akut dan kronis. Masing-masing memiliki ciri berbeda. Pada radang tenggorokan akut, sekret atau cairan dari tenggorokan itu terlihat bening dan biasanya disebabkan karena infeksi virus. Dalam satu dua hari, gejala yang ditunjukkan cukup berat. Di dalam tenggorokan saat diperiksa dengan senter khusus terlihat merah dan terdapat benjolan-benjolan yang juga berwarna merah. Penderita radang tenggorokan akut juga disertai demam tinggi berkisar 38-39 derajat Celcius.

Sedangkan pada radang sub akut, bercak dalam tenggorokan terlihat merah muda dan ada sekret yang banyak tapi keruh. Bengkak terlihat di daerah tenggorokan. Pada sub akut, demam berkisar 37-38 derajat celcius. Sedangkan pada kronis orang kadang merasa tidak sakit karena gejalanya lebih ringan dan warna tenggorokan merah muda tapi penyakit itu biasanya berlangsung selama seminggu. Ditambahkan Himawan, penyakit radang tenggorokan juga bisa dibedakan atas penyebabnya, yakni infeksi spesifik seperti karena TBC, lues atau sifilias yang juga menunjukkan gejala radang tenggorokan. Sedangkan non spesifik karena infeksi biasa seperti kuman atau alergi.

Bisa Menjalar ke Paru-paru

Penyakit apapun jika dibiarkan dan tidak segera diobati akan membuat hidup terganggu. Bukan hanya proses menelan makanan yang tidak enak karena sakit, batuk dan aktivitas jadi berantakan, tapi radang ini juga akan menimbulkan bahaya lain. Radang tenggorokan kata Himawan bisa menular ke hidung dan menimbulkan sinusitis, pilek berkepanjangan pada anak-anak, amandel, tonsil, juga ke telinga (Otitis media akut) infeksi telinga dalam dan jika dibiarkan lagi akan pecah dan keluar nanah. Infeksi tenggorokan juga bisa menjalar ke paru-paru dan menyebabkan broncitis (infeksi saluran paru-paru).

"Ada orang yang sakit sedikit ke dokter, itu baik. Tapi ada juga yang mengobati diri dengan obat bebas (simtomatis) yang hanya menghilangkan gejala tapi tidak membunuh penyebab utamanya," paparnya. Tapi, jika sudah minum obat sampai dua hari dan gejala tidak hilang harus dideteksi lebih lanjut ke dokter spesialis. Apalagi sampai tidak bisa mengerjakan rutinitas sehari-hari. "Radang karena virus kadang-kadang diobati selama seminggu juga bisa sembuh. Kalau kuman biasa, setelah minum obat antibiotik biasanya tiga harus sudah membaik. Kalau alergi ya, minum obat alergi dan jauhi penyebab alerginya, alergi makanan misalnya, "jelas Himawan. Namun yang paling penting adalah hidup bersih dan menjaga pola makan yang baik.

0 komentar:

Post a Comment